KEINGINAN KRISTIANI

Tuhan akan menyelesaikannya bagiku!

Tuhan akan menyelesaikannya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kau tinggalkan perbuatan tangan-Mu!” [Mazmur 138 : 8].

Bocah laki-laki, John Grisham, dari Arkansas duduk di kelas 3 SD ketika dia mendengar dengan penuh perhatian kata-kata guru sekolah Minggunya tentang Yesus. Sewaktu pulang ke rumahnya ia bertanya pada ibunya apa artinya “mintalah pada Yesus dalam hatimu”. Setelah ibunya menuntun anaknya ke Kristus, anak tersebut membuat pengakuan iman secara terbuka di gereja pada hari Minggu berikutnya.

Anak kecil itu menikmati secara khusus cerita-cerita mengagumkan yang disampaikan oleh para misionaris dengan menggunakan proyektor yang memperlihatkan gambar-gambar di tempat-tempat yang jauh dari rumah tinggalnya. Anak itu bermimpi bahwa suatu hari kelak ia akan menjadi misionaris. Tetapi jalan kehidupannya mengambil arah yang berbeda. Ia mulai berpraktek sebagai ahli hukum dan keinginannya melakukan pekerjaan misionaris ditunda.

Sepuluh tahun telah berlalu, sementara itu dia bekerja sebagai jaksa. Kemudian ia memutuskan untuk menulis novel tentang para pembela dan sidang-sidang pengadilan, yaitu peristiwa-peristiwa yang benar-benar ia ketahui. Novelnya itu diterbitkan bersama empat novel lainnya, yaitu A Time to Kill, The Firm, The Pelican Brief, The Clients, dan The Chamber. Novel-novel tersebut terjual laris lebih dari 40 juta buku. John Grisham, sang pengarang, tidak lagi berpraktek sebagai ahli hukum. Ia adalah seorang pengarang Amerika yang menghasilkan karya terlaris. Dan pada akhirnya ia terjun melibatkan diri dalam pekerjaan misionaris.

Dia dan istrinya pergi ke Brazil bersama 40 orang Amerika lainnya, di sana mereka mendirikan gereja dan membantu kesehatan masyarakat sekitar. Grisham juga membantu keuangan dalam proyek-proyek misionaris lainnya. Tentang keberhasilannya, Grisham mengatakan, “Saya tidak tahu mengapa hal itu terjadi pada saya. Tuhan mempunyai tujuan untuk kita”.

 

Hal yang perlu dicamkan

Cita-cita yang kita mimpikan dan doa-doa yang kita doakan adalah identik. Mimpi dapat saja merupakan doa yang tidak terucapkan yang Tuhan dengar dan jawab. Sudah tentu, terkadang kita menikmati mimpi yang menyenangkan hati, dan kita enggan membawanya pada Tuhan. Akan tetapi biarpun demikian, Dia melihat kebutuhan kita yang benar melalui mimpi. Dan ketika hal itu terjadi seperti yang kita bayangkan, kita merasakan seolah-olah suatu mimpi telah menjadi kenyataan.

Ketika Tuhan berada dalam kehidupan kita. Dia mengerti akan mimpi atau keinginan kita, dan Dia mendengar hal itu sebagai doa. FBL.

Share Button