INI YANG KULAKUKAN

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”. [Filipi 3 : 13 -14]

Paulus adalah pemimpin besar dalam sejarah gereja, tetapi ia tidaklah congkak. Ia tahu ada suatu pekerjaan masih berlangsung. Hari-hari Paulus diisi dengan mendirikan gereja, mengatur para pemimpin, dan menyebarkan injil ke setiap orang dalam dunia yang dikenal waktu itu. Tetapi ia sederhanakan uraian pekerjaannya menjadi “yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”.

Kata-kata Paulus ini bila kita interpretasikan dalam bahasa manajemen adalah dengan kerja keras komit pada tujuan tunggal yang terdiri dari dua bagian: tidak hidup dalam dunia masa lalu, tetapi berusaha untuk mencapai visi masa depan.

Pada hari kenangan kita menjadi lebih besar daripada impian kita itulah hari jiwa kita mengecil” IKE REIGHARD.

Masa lalu dapat menghentikan kemajuan dalam dua cara yang sangat berbeda. Beberapa orang di antara kita merasa malu oleh kegagalan-kegagalan dalam kehidupan pribadi atau dalam bisnis, dan pikiran kita dihantui oleh kenangan itu. Setiap keputusan yang akan kita ambil diwarnai oleh kesedihan dan ketakutan yang akan membuat kesalahan yang sama. Yang lain dari kita, malah hidup dalam kegembiraan masa lalu. Kita menikmati keberhasilan yang diperoleh, tetapi daripada menggunakan keberhasilan itu sebagai dasar untuk pertumbuhan masa depan, kita tetap hidup atas kenangan itu, Hidup atas dasar masa lalu, baik gagal atau berhasil, menarik kehidupan kita keluar fokus. Paulus mengatakan, “melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”.

Ke arah manakah harus kita bergerak? Kita harus bergerak maju untuk memenuhi visi Allah untuk kita. Paulus mendorong kita mendapatkan dan memegang alasan Allah, yaitu yang mempunyai pengaruh positif bagi orang-orang dan mengembangkan Kerajaan-Nya. Kita dapat memperoleh alasan-alasan itu dalam pekerjaan kita, dalam lingkungan kita, dan dalam rumah tangga maupun dalam gereja.

Ketika anda memulai Tahun Baru 2015, pusatkan pada apa yang Paulus lakukan.

Sumber: Daily Insight, Zig Ziglar /FBL-Tahun Baru

Share Button