PANGGILAN BERSAKSI

Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu.” [Mazmur 144 : 9a].

Naomi Judd, seorang penyanyi, mempunyai kisah nyata dari kemiskinan lalu berubah menjadi kaya. Ketika berumur 17 tahun ia hamil tanpa menikah, ia bergumul atas kenyataan dengan kehidupan di desa. Kakak laki-lakinya, yang menderita penyakit Hodgkin, menganjurkan Naomi menjadi perawat. Sebagai orang tua tunggal, ia membesarkan anak-anak perempuannya, Wynonna dan Ashley.

Setelah dia dan Wynonna mulai menyanyi bersama,dan menjelma menjadi suatu karier music selama delapan tahun yang menggemparkan serta menghasilkan penghargaan untuk setiap rekaman dan keuntungan jutaan dollar bagi mereka. Kemudian Naomi didiagnosa menderita hepatitis yang kronik, suatu penyakit yang terus menerus akan melemahkannya dan akhirnya, selain intervensi Ilahi, akan merenggut nyawanya.

Naomi dan Wynonna mulai mengadakan Farewell Tour di tahun 1991. Di mana pun mereka pergi, mereka menceriterakan kuasa Allah yang bekerja dalam kehidupan mereka dan bagaimana Dia selalu memimpin dan melindungi mereka. Setelah tur itu, penyakit Naomi berangsur-angsur sembuh.

Naomi berkata, “Jika saya berasal dari keluarga yang berantakan di suatu kota kecil Amerika; jika saya dapat bertahan sebagai orang tua tunggal yang bekerja menghadapi semua tantangan; jika saya dapat muncul menikmati hubungan bersama Wynonna dan Ahsley; jika saya dapat mencapai sukses ketika kami tidak mempunyai apa-apa selain talenta asli dan kepercayaan pada janji Allah …. maka kalian juga bisa.”

Hal yang perlu dicamkan

Panggilan Tuhan menempatkan orang-orang-Nya dalam setiap peranan dan tanggungjawab yang dapat dilaksanakan. Ia secara nyata menempatkan kita di dunia ini seperti garam yang merata di semua bidang usaha. Mereka, seperti halnya keluarga Judd, sangat nyata dan terkadang dipaksa melihat siaran ke seluruh dunia tentang keadaan-keadaan pribadi mereka yang sulit. Biarpun mereka rawan terhadap penelitian jutaan pemirsa, kepentingan utama mereka ialah Tuhan menerima mereka. Untuk kita, Dia menginginkan kita berbicara tentang Dia, memuliakan Dia, dan mewakili Dia, apakah kehidupan kita terlihat atau tak terlihat, dikenal atau tak dikenal.

Kita terpanggil untuk hidup dalam kehidupan kita memuji Allah dan hanya pada Allah sendiri. FBL/

Share Button