KRISTIANI

Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.” [2 Tawarikh 20 : 15b].

Chris Ericks, siswa SMA klas 3 sedang mengikuti pelajaran terakhir ketika seorang siswa masuk ke dalam ruangan kelas dan memerintahkan guru mereka keluar dari ruangan. Ketika guru itu menolak untuk keluar, siswa itu menarik sebuah senapan dan mengarahkan pada guru.

Selagi guru itu meninggalkan ruang kelas ia menembakkan senapannya melombangi dinding. Ruang kelas menjadi sunyi, dan Chris dengan gugup memperhatikan si penembak memainkan senjatanya. Chris pusatkan perhatian pada situasi ruangan kelas, dan menyadari bahwa jika polisi menyerbu ke dalam kelas, mungkin sekali seseorang akan tertembak. Chris pastikan si penembak harus dikuasai secara mendadak, dan ia mencari kesempatan untuk melakukannya.

Tiga setengah jam kemudian, para siswa masih tertahan dalam ruang kelas oleh si penembak, Chris tetap memperhatikan dan menunggu kesempatan untuk bertindak. Ia melihat si penembak menawarkan rokok pada seorang siswa, membungkuk dan menyalakan korek api. Dalam gerak cepat seperti petir, Chris merampas senjata itu dan mengarahkannnya pada si penembak, dan berteriak, “Semua keluar!” Lalu polisi menahan si penembak.

Chris Ericks adalah penerima sejumlah penghargaan dan hadiah. Ia mengatakan, “Tuhan adalah satu-satunya yang menyelamatkan kita. Ia memberi saya pemikiran dan kesempatan untuk melakukan apa yang saya telah lakukan”.

Hal yang perlu dicamkan

Setiap orang dari kita dilengkapi dengan seperangkat kekuatan dan kelemahan yang unik. Mereka yang berjalan mengikuti jalur rohani sering menyatakan bahwa apa yang mereka capai adalah karya Allah, seperti halnya yang dilakukan oleh Chris. Mereka yang telah melihat kuasa Allah yang bekerja dalam kehidupan mereka, mengenal Allah, dan mengetahui bagaimana membalas jasa, dimana jasa itu harus dibalas.

Berdiam diri kemudian bertindak di tengah-tengah permasalahan membutuhkan keberanian besar dan disiplin diri. FBL

Share Button