KARUNIA ALLAH HARUS DIKEMBALIKAN PADA-NYA

“Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.” [2 Korintus 9 : 12].

John Edward Jones, salah satu dari sejumlah jaksa yang terbaik di Amerika Serikat. Ia dalam melaksanakan tugasnya sering berkata, “Allah menolong mereka yang menolong mereka sendiri”, tidak menyadari bahwa ia mengutip kata-kata Ben Franklin daripada dari Alkitab.

Setelah lulus fakultas hukum, John menjadi hakim militer selama Perang Vietnam. Sekalipun ia telah mapan dalam praktek hukum umum di Florida, ia tetap meneruskan dorongannya untuk sukses.

Semakin banyak kuasa kita pakai untuk kita sendiri, semakin sedikit kita miliki untuk diberi-kan pada Tuhan

Tetapi mempunyai kekuasaan dan mengetahui bagaimana menggunakannya adalah dua hal yang berbeda. Sungguh pun John telah menyerahkan diri pada Kristus, ia tetap mengikuti pola lama dan hampir-hampir Kekristenan hanya merupakan label yang tertempel padanya.. .

Takut akan kegagalan mendorong John mengambil beban kasus berat. Lalu kematian tiba-tiba beberapa jaksa dalam umur empat puluh mengagetkan dia ke dalam kesadaran baru. Mereka telah bekerja keras untuk mencapai sasaran mereka, dan mereka mati dalam proses mengejar sasaran mereka.

John Jones mulai berdoa untuk suatu cara hidup baru. Ia menghabiskan lebih banyak waktu dengan ke-luarganya. Kemudian ia mulai bekerja menangani kasus-kasus perceraian. Sekarang, ia telah melihat ratusan pasangan hidup yang kembali bersatu dalam perkawinan mereka. Ia mengatakan, “Ketika saya serahkan tujuan saya sehari-hari kepada Dia, Dia memberi saya hak istimewa berada dalam adegan ketika Dia melakukan keajaiban”.

Hal yang perlu dicamkan

Keberhasilan karier kelihatannya menggeser kita dari kerawanan dan memberi kita kesadaran mengontrol situasi-situasi kita. Yang benar adalah, selagi kita menanjak berhasil, kita sering memupuk keangkuhan kita, seolah-olah Allah menghendaki kita menjadi tuhan. Semua kekuasaan kepunyaan Dia, semua perlengkapan berasal dari Dia, semua kejayaan kembali ke Dia. Ketika kita menyerahkan kepada otoritas-Nya, kehendak kita untuk memperoleh keberhasilan menjadi lemah, dan kita berikan kembali kepada Dia kekuasaan dan otoritas yang kita usahakan untuk kita. FBL/

Share Button