“… pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah;…. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”. [Yos 24:15].
Orang yang berpengaruh / berkuasa sering mempertahankan pengaruhnya pada kehidupan orang-orang di sekelilingnya. William B. Walton, salah seorang pendiri Holiday Inn (Hotel berbintang), adalah seorang yang berkuasa luar biasa. Sebagai pemegang tanggung jawab adalah penting baginya. Sayang sekali, ambisi besarnya telah merusak hubungan dengan anak – anaknya.
Ketika Walton mulai mencari perubahan, ia tidak yakin siapa yang dapat dipercaya untuk berbagi persoalan pribadinya. Ia mempunyai beberapa kawan dekat. Kemudian ia bertemu dengan Billy Graham, yang dengan ramah mengundang Walton dan istrinya untuk duduk di panggung bersama Billy Graham dalam suatu acara kampanye kebangkitan rohani.
Setelah khotbah Billy Graham berakhir, Walton memperhatikan muka – muka mereka yang datang ke depan untuk menerima Kristus. Setiap orang datang suatu kebutuhan, dan airmata mereka menunjukkan harapan akan turut campur Allah. Walton telah menyimpan kesalahannya terhadap keluarganya; ia merasa ia telah mengorbankan mereka dalam ambisinya yang tiada henti untuk mengejar keberhasilan dan kekuasaan.
Bersama hadirin yang lain dalam kebangkitan rohani, Walton mengaku dosa – dosanya, dan mohon pada Yesus Kristus untuk menjadi Penyelamatnya. Ia mengesampingkan kekuatan profesional yang begitu besar dan menerima kehidupan kekal.
Kemudian Walton menulis, “Dalam keluarga Kristen hanya ada satu Tuhan yang harus dicintai, dipuja, dan dilayani dengan kesetiaan yang sama oleh ayah, ibu, dan anak – anak. Kebenaran sederhana itu, bila dilakukan, akan menghindarkan kesusahan besar orang tua dan menempatkan anak-anak mereka pada satu-satunya tanjakan kehidupan yang dapat dipercaya”.
Hal yang perlu dicamkan
Di samping mempunyai karunia khusus dan kekuatan yang diberikan Allah, setiap orang mempunyai segi – segi kelemahan. Kita mengaku pada Tuhan berkali – kali, karena kita ketahui kita belum menyempurnakannya. Ketika kita datang pada Kristus, kita harus datang dengan kejujuran hati dan memberi tahu Dia bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya dan bersedia berserah pada penyempurnaan-Nya. Setelah itu kelemahan kita akan diubah oleh kekuatan-Nya.
Apabila sesorang mempunyai kekuatan, orang lain lemah, maka Allah mempunyai cara membuat kita sadar bahwa kita saling membutuhkan dan membutuhkan Dia. FBL/
