“…. karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!” [Kidung Agung 8 : 6].
Kimberly Marshall dan David Crenshaw, adalah pasangan yang baru menikah, mempunyai satu kesamaan ketika mereka bertemu di RS Presbyterian di Dallas. Keduanya menderita penyakit cystic fibrosis (penyakit yang disebabkan oleh kelainan gen -kelenjar selaput lendir- dalam tubuh si penderita tersebut, sehingga menyebabkan si penderita mengalami gangguan pernafasan & pencernaan di dalam tubuhnya) dan telah hidup cukup lama melebihi harapan. Waktu itu Kimberly berumur 16 tahun sedangkan David 18 tahun.
|
Kasih dapat mengobati hati yang hancur dan memberi penyembuhan pada tubuh yang sakit. |
David menganggap Kimberly cantik, dan ia ingin mengenalnya lebih dalam. Akhirnya, usahanya yang tak kenal putus asa berhasil, dan ketika David berumur 23 tahun dan Kimberly 21 tahun mereka menikah. Cinta yang telah tumbuh di antara mereka sangat kuat melebihi kesukaran apa pun yang mereka hadapi. Sungguh pun kesehatan mereka bermasalah, namun mereka merasakan lebih bahagia dibanding kebahagiaan dalam kehidupan sebelumnya.
Ketika Kim masuk rumah sakit, David tidur beralaskan tikar di ruangan Kim. Jika Kim ingin permen, David lari keluar dan membelikan untuk Kim. Sangat menakjubkan setiap orang, Kim sembuh dan boleh pulang ke rumah. Kemudian David mulai bergumul dengan kehidupannya. Niat untuk menikmati waktu yang kelihatannya merupakan sisa kehidupan mereka terakhir, David bersikeras agar mereka mengambil liburan, dan mereka pergi ke pantai.
Tidak lama setelah mereka kembali, David masuk rumah sakit, Kim di sampingnya. Ia meninggal tidak lama kemudian pada 21 tanggal Oktober. Kurang dari 24 jam setelah penguburan David, Kim jatuh sakit. Akhirnya, ia meninggal pada tanggal 11 Nopember. Kasih yang begitu kuat yang memberi mereka kehidupan telah membawa mereka bersama dalam kematian.
Hal yang perlu dicamkan
Ketika berbicara tentang kasih, kita berbicara tentang suatu misteri. Kita dapat menggambarkan kualitas kasih, tetapi kita mempunyai waktu yang sukar untuk menerangkan bagaimana kasih itu mulai dan apa yang membuat kasih itu kuat dan hidup. Alkitab menjelaskan sebagai “nyala api” [Kidung Agung 8 : 6], begitu supranatural kekuatannya. Kesanggupan menyembuhkan oleh kasih, karakter pengasuhan kasih, dan sukacita yang kasih berikan dalam kehidupan bukanlah terbatas pada kasih erotis atau cinta. Segala jenis kasih manusia, dinyatakan melalui isyarat kasih mengenai perasaan, kepedulian, dan asuhan adalah obat yang jarang. Mereka yang memberi dan menerima kasih sama-sama diberkati oleh sentuhan Nya. FBL/
