“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu” [Ratapan 3 : 22 – 23].
Ben Carson, seorang ahli bedah syaraf, ia percaya bahwa Allah menghendakinya menjadi dokter. Hal itu adalah impian yang tidak mungkin. Ia tinggal di ghetto [tempat hunian yang padat & kumuh] bersama ibunya, sebagai orang tua tunggal. Ben mendapat sejumlah nilai rendah di sekolah, tetapi lebih oleh karena kelemahan matanya yang menyebabkan. Ketika ia mendapat kaca mata, angka-angkanya membaik. Begitu ia lulus SMA, Ben mendapat beasiswa di Universitas Yale.
Semester pertamanya di Yale University cukup lancar. Tetapi pada hari sebelum ujian akhir mata kuliah kimia, Ben sadar bahwa ia berada di ambang kegagalan. Ia mempersiapkan diri untuk ujian itu hingga ia tidak dapat lagi berfokus pada matanya. Ketika ia merangkak ke tempat tidur, lelah dengan usaha terakhir untuk menyelamatkan angkanya, Ben dalam kelelahannya berdoa untuk mendapatkan keajaiban.
| Ketika anda berpikir tidak ada hal yang Allah dapat perbuat, Ia malahan melakukan apa yang tidak mungkin. |
Ketika ia tidur, Ben bermimpi suatu bayangan samar -samar yang mulai menulis soal – soal mata kuiah kimia di papan tulis. Dalam mimpi itu, Ben menghafal setiap soal dan solusinya. Ketika ia bangun, ia mencatat semuanya. Di dalam ruang kelas, ujian mata kuliah kimia dibagi – bagikan. Ben tercengang. Halaman demi halaman mencerminkan dengan tepat apa yang ia mimpikan, dan sudah tentu, ia mengetahui semua jawaban.
Setelah wisuda dari Yale, Ben Carson menjadi ahli bedah syaraf terkenal. Karunia tangannya telah menyelamatkan jiwa – jiwa beberapa anak, termasuk kembar siam yang berhasil dipisahkan dalam operasi yang dia pimpin.
Hal yang perlu dicamkan
Ketika Allah mengintervensi tanpa diduga dalam beberapa keadaan, di lain peristiwa Ia masuk setelah kita memohon, bergumul, dan putus asa. Tuhan tidak menolong kita karena kita telah melakukan yang terbaik, atau karena kita berlaku baik, atau kita telah menyumbang aksi sosial gerejawi, Allah turut campur tangan karena Dia mengasihi kita dan karena Dia mengetahui kita tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Dia. FBL/
